Archive for ‘College’

July 9, 2013

Metal Forming Part 2

Deep Drawing dan Stretching

Deep Drawing

Deep drawing merupakan proses pengubahan bentuk dingin dari lembaran logam untuk menghasilkan benda yang mempunyai kedalaman tekan seperti pada pembuatan mangkuk (kup). Proses ini dilakukan dengan meletakan lembaran (blank) diantara dua penjepit yang salah satunya juga sekaligus berfungsi sebagai cetakan. Lembaran kemudian ditekan pada bagian yang tak berjepit sehingga bahan lembaran akan mengalir masuk ke dalam cetakan dan menghasilkan benda jadi sama dengan bentuk cetakannya. Pada proses ini terjadi aliran material disebabkan tekanan blank holder yang digunakan tidak terlalu besar. Selama proses, ketebalan benda lebih kurang sama dengan ketebalan lembaran awal dan luas permukaan lembaran sebelum dibentuk sama dengan luas permukaan benda setelah dibentuk.

Pada proses ini perlu diperhitungkan besarnya tekanan penjepit disekeliling blank untuk menghindari pengkerutan bagian tepi ataupun perobekan mangkuk. Bentuk pengujian deep drawing yang biasanya dilakukan yaitu pengujian swift, dimana blank lingkaran dibentuk menjadi mangkuk beralas datar seperti tampak pada gambar berikut ini:

Pada proses deep drawing, blank mengalami tiga jenis deformasi yang berbeda. Deformasi dan keadaan tegangan yang terjadi pada daerah-daerah yang berbeda selama proses deep drawing diperlihatkan pada gambar berikut ini:

  • Pada daerah tenagh blank (bagian yang kontak langsung dengan alat tekan) terjadi regangan tarik biaksial sehingga pada daerah ini terjadi penipisan. Blank yang berada di laur daerah penekanan (diantara penjepit) pada saat akan masuk kedalam cetakan akan mengalami penarikan ke arah radialnya. Keliling lingkaran akan terus menerus menyusut dari keliling awal D menjadi d. Penyusutan terjadi pada daerah ini karena adanya regangan tarik pada arah radial akibat gaya tekan dari alat tekan (punch) serta regangan tekan pada arah tegak lurus radial (arah keliling)
  • Pada saat masuk ke cetakan, mula-mula terjadi pembengkokan atau bending, kemudian dilanjutkan dengan pelurusan (straightening) akibat melewati kelengkungan cetakan membentuk dinding kup akibat gaya tekan dari punch yang memasuki lubang cetakan. Gaya tekan dari punch mengakibatkan dinding kup mengalami penarikan pada arah sejajar dengan arah gerakan punch
  • Beban tekan dari dasar kup diteruskan ke bagian dinding. Umumnya daerah yang sering mengalami robek dalam deep drawing terletak pada bagian dinding sedikit di atas jari-jari kelengkungan dasar kup. Pada daerah ini terjadi peregangan bidang (plane strain) yang mengakibatkan penipisan bahan. Robek akan terjadi apabila tegangan tarik yang terjadi pada daerah ini melebihi kekuatan tarik bahan

Gaya tekan yang dibutuhkan untuk membentuk blank menjadi kup merupakan jumlah gaya idela untuk pengubahan bentuk, gaya gesek dan gaya penyusutan ketebalan pada bagian dinding. Gaya penekanan ideal untuk menekan blank masuk ke dalam cetakan terus bertambah dengan makin dalamnya penekanan akibat terjadinya pengerasan regang. Gaya penekanan yang terjadi pada daerah penjepit terus bertambah sampai keadaan maksimum dan kemudian berkurang dengan makin berkurangnya daerah blank yang terjepit

LDR (Limit Drawing Ratio)

Mampu bentuk lemabran melalui proses deep drawing dinyatakan dengan LDR, yaitu batas kemampuan bahan dimana merupakan perbandingan antara diameter blank maksimum/kritis terhadap diameter punch yang masih dapat membentuk mangkuk/kup dengan baik.

 

dimana LDR adalah rasio dari daimeter blank terbesar yang berhasil ditarik, D, terhadap diameter penekan, d.

Robek pada bagian deep drawing dapat terjadi apabila tekanan jepit pada blank telalu besar yang mana gesekan pada daerah menjadi sangat besar sehingga terjadi penghambatan aliran bahan. Tegangan tarik pada daerah dinding meningkat dengan cepat sampai menyamai kekautan tarik bahan sehingga terjadi peregangan setempat seluruh bahan masuk ke dalam cetakan yang akibatnya terjadi robek. Besarnya tekanan jepit dinyatakan dengan persamaan sebagai berikut:

dimana:

D = diameter blank (mm)

d = diameter punch (mm)

s = tebal lembaran (mm)

uts = teganagn tarik maksimum (Kg/mm2)

Faktor- faktor yang mempengaruhi deep drawing:

Faktor-faktor yang mempengaruhi deep drawing dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu kondisi pengujian dan material yang digunakan. Kondisi pengujian termasuk ke dalamnua geometri, bahan peralatan tekan, tekanan jepit, kecepatan drawing dan pelumasan yang dipakai. Sedangkan faktor material yaitu ketebalan, besar butir, dan anisotropi plastis.

Faktor utama yang menentukan hasil deep drawing yaitu:

1.Sifat anisotropi plastis (R)

Adalah sifat ketahanan bahan terhadap penipisan. Semakin besar bilai R suatu bahan maka ketahanan bahan terhadaop penipisan arah ketebalannya juga besar sehingga kemampuannya untuk di deep drawing semakin baik, dimana diperoleh nilai LDR yang semakin besar.

2.Koefisien pengerasan regangan (n)

Nilai n juga berpengaruh terhadap nilai LDR meskipun tidak sebesar pengaruh R.

3.Pelumasan

Pelumasan yang baik terutama di daerah blank holder dan radius dies akan meningkatkan nilai LDR, karena dengan adanya pelumasan makan efisiensi deformasi akan semakin besar.

 

Stretching

Stretching merupakan suatu proses pengubahan bentuk akibat adanya pertambahan panjang dalam berbagai arah pada lembaran logam yang tidak berada dibawah penjepit akibat adanya gaya dari alat penekan (punch). Berbeda dengan proses deep drawing, disini tidak terjadi aliran meterial yang bebas melainkan proses peregangan atau perentangan yang menimbulkan penipisan karena disekeliling lembaran (blank) diberikan tekanan penjepitan dengan tekanan yang besar. Benda yang dihasilkan akan berbentuk hemispherical sebagaimana bentuk dari ujung oenekan yang digunakan.

Proses pembentukan stretching dengan alat tekan berbentuk setengah bulat (hemispherical-pucnh) umumnya diguankan dalam menguji kemampuan bentuk stretching. Secara skematis proses ini digambarkan:

 

Akibat proses penekanan ini, blank mengalami deformasi plastis sehingga mencapai kedalaman tertentu sebelum terjadinya robek. Karena di sini tidak terjadi aliran material, maka luas benda yang dihasilkan akan lebih besar dibanding luas lembaran mula-mula. Umumnya proses stretching dipakai untuk membuat komponen-komponen dengan radius kelengkuangan besar.

Secara umum kemampuan bahan untuk dibentuk dengan proses stretching dapat dilihat dari kedalaman hasil penekanan. Semakin dalam hasil stretching yang diperoleh maka akan semakin besar deformasi yang dialamai bajan yang dapat dikatakan semakin besar ketahanan bahan terhadap deformasi sebelum terjadi ketidakstabilan plastik yang berlanjut dengan terjadinya perobekan.

Kemampuan suatu lemabran untuk dibentuk melalui proses ini ditentukan oleh regangan maksimum yang amsih dapat diterima bahan sebelum mengalami perobekan atau oenciutan. Besarnya reganagn maksimum ini sangat dipengaruhi oleh nilai n (koefisien strain hardening). Peningkatan nilai n akan memperbesar nilai regangan maksimum yang dapat dicapai. Sedangkan peningaktan nilai R anisotropi akan menurunkan reganagn maksimum tersebut.

Ukuran lain yang dipakai untuk menunjukan mampu rentang lembaran ialah ketinggian kubah yang dapat dihasilkan. Beasaran ini juga diperngaruhi oleh nilai n. Peningkatan nilai n ini diasosiasikan dengan kemampuan lembaran untuk mendistribusikan regangan secara uniform, sehingga mencegah tejadinya pemusatan regangan yang tinggi pada titik tertentu.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi bentuk dari pola distribusi regangan dan kedalaman stretching suatu material, yaitu:

  • Sifat material lembaran logam
  • Bentuk dan dimensi dari punch
  • Pelumasan
  • Kecepatan stretching

 

Sumber:

Modul kuliah dan praktikum.


Advertisements
June 9, 2011

Metal Forming Part 1

Rolling

Rolling atau pencanaian adalah suatu proses deformasi dimana ketebalan benda kerja direduksi dengan menggunakan gaya tekan dan menggunakan dua buah roll atau lebih. Roll berputar untuk menarik dan menekan secara simultan benda kerja yang berada diantaranya. Produk proses rolling berupa slab, billet, dan bloom.

  1. Slab: Segi empat utuh dengan lebar penampang ≥ 2 x tebal
  2. Billet : Biasanya lebih kecil dari bloom, penampang berbentuk persegi atau bujur sangkar
  3. Bloom : mempunyai penampang segi empat atau bujur sangkar dengan ketebalan > 6 inches dan lebarnya ≤ 2 x  tebal

Pada proses pengerolan, benda kerja dikenai tegangan kompresi yang tinggi yang berasal dari gerakan jepit rol dan tegangan geser-gesek permukaan sebagai akibat gesekan antara rol dan logam. Selama proses canai, roll memberikan tegangan pada bagian-bagian dari benda kerja. Tegangan-tegangan ini mengakibatkan benda kerja mengalami deformasi plastis. Produk akhir dari proses ini adalah logam plat dan lembaran (sheet), dimana plat umumnya mempunyai tebal lebih dari ¼ in. Lembaran umumnya mempunyai tebal kurang dari ¼ in. Tujuan utama pengerolan adalah untuk memperkecil tebal logam. Biasanya terjadi sedikit pertambahan lebar, karena itu penurunan tebal mengakibatkan pertambahan panjang.

 

read more »

June 7, 2011

Ekstraksi Part 2

Electrowinning Zn

Elektowinning adalah proses elektrokimia yang digunakan untuk mereduksi logam kation ke permukaan katoda dari sebuah larutan aqueous yang berasal dari proses kimia leaching. Pada proses elektrowinning Zn, akan diperoleh endapan logam Zn pada permukaan katoda yang berasal dari reaksi reduksi larutan ZnSO4. Disamping itu, pada anoda akan terbentuk oksigen karena penggunaan anoda inert.

Proses ini menggunakan coulumeter Cu. Fungsi coulumeter adalah untuk menentukan jumlah materi yang berubah selama elektrolisis dengan mengukur jumlah listrik yang diperlukan untuk melakukan proses elektrolisis.

read more »

June 7, 2011

Ekstraksi Part 1

Froth Flotation

Flotasi adalah salah satu proses separasi (pemisahan) antara mineral yang berharga dan pengotornya (gangue) dengan memafaatkan sifat kimia fisik dari permukaan partikel mineral. Dimana partikel mineral memiliki sifat hidrofilik dan hodrofobik. Mneral yang memiliki sifat hidrofobik akan berikatan dengan gelembung udara dan naik ke permukaan membentuk buih. Buij yang dihasilkan diambil dan dikeringkan sehingga diperoleh mineral berharga yang diinginkan.

Proses flotasi dapat diberdakan menadi 2 jenis, yaitu Directional Flotation dan Reverse Flotation. Directional Flotation adalah proses flotasi dimana mineral berharga akan terangkat ke atas membentuk buih yang mengapung di permukaan pulp, sedangkan Reverse Flotation adalah proses flotasi dimana partikel mineral yang diapungkan merupakan mineral pengotor (gangue).

Proses flotasi dapat berlangsung optimal bergantung dari reagen-reagen yang digunakan. Reagen yang digunakan juga beragam tergantung dari mineral yang ingin kita peroleh. Reagen tersebut memiliki masing-masing kegunaan atau saling melengkapi reagen lain. Berikut ini reagen-reagen yang digunakan

       

 

read more »

March 6, 2011

Metal ’08 on Vacation-Cilegon 240211

Day 3. Hari terakhir ekskursi. Tujuan utama dan satu-satunya adalah ke PT. Krakatau Steel. Karena berangkatnya siang, kami menyempatkan diri bermain di Pantai Anyer. Pantainya sih nggak terlalu bagus, cemderung kotor malah, tetapi karena saya sedang ingin sekali bermain banana boat, maka saya rela menyediakan satu baju siap basah, siap kotor, siap apa saja yang mungkin terjadilah pokoknya.

Jam 9 saya dan beberapa orang teman pergi ke pantai yang letaknya berada di seberang villa. Di teras depan villa rupanya ada aktivitas rujakan disana. Nggak bisa tahan lihat mangga muda (nah lo siapa yang lagi ngidam???). Tak jauh berjalan, kami sampai di pantai. Kami langsung menghubungi abang-abang banana boat. Kami bermain ombak sebentar sementara abang-abangnya menyiapkan peralatan. Sekitar pukul 10.00 banana boat siap, kami dibagi menjadi 2 kelompok besar beranggotakan 6 orang. Tadinya saya termasuk di kelompok 1, tetapi karena saya jatuh terus dari boat akhirnya saya ditinggal. Tak lama giliran kelompok 2 naik, saya ikut dikelompok ini, jumlah yang naik menjadi ber-7, 5 cewek dan 2 cowok.

Kami sudah siap di boat dan berangkat. Tetapi belum jauh dari pantai boat kami terbalik karena terhantam ombak besar, kami semua terjatuh, dan saat naik lagi salah seorang teman saya memutuskan untuk menyerah karena tidak bisa berenang.

read more »

February 27, 2011

Metal ’08 on Vacation – 230211

Hari kedua ekskursi. Rencanya pagi-pagi bangun mau berenang, eh dua orang teman saya tidak bangun, mau membangunkan pun saya tidak enak karena malamnya tidur sudah cukup larut malam. Akhirnya saya malah naik ke lantai paling atas villa, memandangi pemandangan kota yang masih gelap.

Rundown acara dihari kedua ekskursi adalah pergi ke Kartika Sari, ke Tangkuban Perahu, lanjut ke Sari Ater. Di Kartika Sari saya beli Pisang Bolen dan brownies almond untuk makan sendiri dan oleh-oleh. Disini kami tidak lama, hanya diberi waktu 30 menit untuk berbelanja. Saya sempet cuci mata cari permen yang sudah lama sekali saya cari dan saya idam-idamkan, tapi saya lupa apa namanya, saya hanya ingat wujudnya. Hehe

Di Tangkuban Perahu saya dan teman-teman langsung foto-foto, cari spot-spot bagus sampai naik-naik mendaki ke gunung berbatunya. Puas foto-foto, kami duduk-duduk di pinggir jalan sambil cuci mata cari barang yang lucu, disini saya hanya membeli air mineral botol 600 ml seharga Rp. 5.000 (di warung yang jauh dari tempat wisata bisa dapat yang sebotol 1,5 liter, masih ada kembaliannya juga) dan pakai toilet untuk ambil air wudhu Rp. 2.000 (sebenarnya cukup Rp. 1.000, tapi saya gak ada uang seribuan dan sudah hampir ditinggal bis untuk meributkan uang kembalian, anggap saja sedekah.. Hehe).

read more »

February 27, 2011

Metal ’08 on Vacation-Bandung-221211

Well,after being planned for months, Keluarga Metal 08 akhirnya pergi ekskursi!! (applause)

Ekskursi dilaksanakan 3 hari kerja yang mengharuskan kami untuk izin beberapa mata kuliah di ke-3 hari tersebut. Kami berangkat dari kampus hari Selasa, 22 Februari 2011 jam 6.46 dengan tujuan PT. DI dan MIDC. Mengapa dibagi 2?? Karena PT. DI hanya menerima tamu tidak lebih dari 50 orang dan letak DI dengan MIDC tidak terlalu jauh. Dengan melakukan pengundian,ke-50 orang yang berhak ke PT. DI pun terpilih, saya salah satunya.

Perjalanan dari Depok sampai DI menghabiskan waktu sekitar 2 jam-an. Begitu tiba di PT. DI kami langsung masuk ke semacam anjungan ke tempat display pesawat yang pernah diciptakan oleh PT. DI. Disana ada sedikit sambutan dari pihat DI dan pihak kampus yang diwakili oleh mahasiswa S2 yang gahol bernama Kak Uti. Setelah sambutan la la la selesai,kami langsung diajak keliling workshopnya, ke area Metal Forming yang mengerjakan pembentukan logam Al alloys dan komposit, lalu ke bagian (bisa dibilang) heat and surface treatment (entah ada heat-nya atau tidak, saya lupa hehe), lalu ke bagian CN250, dan ke area pembuatan helikopter. Jujur dibagian helikopter sudah nggak fokus dengerin kata protokolernya, saya sudah kelelahan. Oiya, kami juga sempat melihat pesawat dari sebuah maskapai penerbangan komersial dari luar yang murah meriah terbang di Bandara Husnie Sastranegara (lokasi bandara di sebelah pabrik). Selesai melihat-lihat kami diajak kembali ke anjungan, disana kami dijelaskan tentang si fenomenal N250. Mengapa fenomenal?? Pesawat ini (kalau tidak salah) satu-satunya yang saat itu menggunakan teknologi mesin jet dan saat terbang perdana sangat mulus baik saat take off dan land in serta banyak negara yang kagun karena itu buatan anak negeri Indonesia setelah 50 tahun merdeka dan langsung mendapat pesanan 100 unit untuk dipergunakan di Alabama, Amerika Serikat. Namun karena masalah sertifikasi yang membutuhkan dana besar (sekitar US$ 100 juta) dan disaat krismon ’97-’98, pemerintah tak ada biaya, pengajuan dana pinjaman IMF disetujui namun ada 1 klausul perjanjian yang mengatakan dana pinjaman tidak boleh mengalir ke industri penerbangan Indonesia. Inilah kehancuran proyek N250, terlalu cepat berhasil dan terlalu cepat collapse. Tulisan ini bukan berarti saya mendukung atau membenci Amerika, harap dianggap netral. Hehe…. Okay, selesai ngomongin bokep (baca: omongan serius) tapi foto-foto sama pesawat fenomenal ini gak boleh dilupain.

read more »

February 13, 2011

Sekilas Info

Sebenarnya banyak yang mau di posting di blog ini. Rencana cerita dan pengalaman apa aja yang pengen diceritain juga udah ada daftanya, tetapi sayang seribu sayang. Apa mau dikata, sebuah pengumuman memaksa saya harus mere-schedule ulang jadwal-jadwal dan rencana-rencan.

Pengumuman apa sih?? check it out!!

 

Yup… pengumuman briefing praktikum. Jumat telah berlalu, briefing sudah terlewati pastinya. Dan apa tugasnya sekarang??

1 Paper awal min 2 halaman, max 4 halaman, laporan awal berisi 7 bab deadline 16 Februari, dan tidak lupa Ujian Pendahuluannya 14 Februari. Saya masuk kelompok 9 yang baru praktikum tanggal 3 Maret bersama Bang Amin, Rona, Nizar, Vicky, dan Roka. Semangat!!!!!

February 13, 2011

Kerja Praktek Jilid 1

Yuhuuu… Sudah bulan Januari, semester 5 berakhir, liburan!! Weits, tunggu dulu. Ada yang liburan sambil kuliah lho, eh kebalik, kuliah sambil liburan. Yup, nama mata kuliahnya Kerja Praktek (KP). Buat anak teknik ini mata kuliah wajib diambil, tapi untuk beberapa fakultas lain tidak wajib. Kerja Praktek biasanya dilaksanakan saat liburan semesteran, bisa libur semester ganjil 1 bulan di bulan Januari atau libur semester genap 3 bulan di bulan Juni-Agustus. Saya dan teman saya, sebut saja Ghiska ambil di bulan Januari di satu perusahaan pembuat polipropilen terbesar di Indonesia. Tau nggak polipropilen itu apa?? Polipropilen disingkat PP itu jenis polimer yg termoplastik (yang bisa dilelelin dan didinginkan berkali-kali) yang biasa dipakai untuk gelas air mineral, warnanya biasanya buram, nggak sejernih PET (botol air mineral). Biasanya di bawah produk plastik ada simbol-simbol yang menunjukkan bahannya.

Saya seharusnya sudah mulai KP tanggal 3, tetapi karena masih ada ujian saya dan teman saya telat, kami datang tanggal 4. Sebelumnya kami sudah memberi tahu pihak perusahaannya lho, jadi hitungannya bukan bolos, tapi izin. Hehe… Pabrik tempat KP saya terletak di Cilegon. Kami diantar dari rumah langsung menuju pabriknya. Diasana kami bertemu dengan HRD dan pihak pengurus fasilitas selama KP. Fasilitas yang kami dapat berupa kamar asrama, bis antar jemput dan uang makan. Setelah selesai urusan di pabrik, kami langsung menuju asrama. Sampai di asrama kami langsung beres-beres. Asramanya besar, ada lapangan bola dan lapangan bulutangkis, ada koperasinya juga. Jumlah kamar di asrama ada 50 kamar dengan kamar mandi di luar kamar. Dari 50 kamar itu yang terisi hanya dua kamar. 1 kamar oleh saya dan ghiska, dan 1 kamar lain oleh 3 anak laki-laki dari Universitas Sanata Dharma (SADAR) Jogja.

Disini memang kami tidak mendapat makan. Tetapi kalau mau makan cukup jalan ke depan asrama sudah ada warung masakan sunda yang cukup terjangkau harganya atau mau jalan yang agak jauh akan banyak sekali ketemu tempat makan yang menjual makanan yang beragam. Kalau sedang malas makan di dekat warung masakan sunda ada yang menjual gorengan yang rasanya enaaaaaaaaaak. Kalau mau beli jajanan minimarket semacam Alfamart atau Indomaret tersebar dimana-mana.

read more »

December 12, 2010

First Medals

Belum lama ini ada event olahraga terbesar di kampus saya yaitu Olimpiade UI. Di event ini macam-macam olahraga dipertandingkan, salah satunya tenis. Kebetulan saya dan seorang teman, sebut saja namanya Iis, suka bermain tenis. Dan karena Iis pernah bertanding di ajang Teknik Cup (event olahraga terbesar di fakultas saya) dia ikutan jadi atlet tenis berjuang untuk Teknik.

Iis bermain di dua nomor, yaitu tunggal putri dan ganda putri. Di pertandingan pertama nomor tunggal putri dia harus berhadapan dengan lawan berat anak FISIP, pertandingan ini berakhir dengan skor 8-0, dengan demikian langkah Iis di nomor tunggal putri terhenti. Bagaimana dengan nomor ganda putri?? Iis dan pasangannya menang melawan lawan yang cukup berat juga dengan skor akhir 9-7.

Selanjutnya di semi final, pasangan Iis dan kawannya bertanding melawan pasangan MIPA, dan Iis pun menang dengan skor 8-0 dan tiket ke final sudah ditangan. Dari sini sebenarnya sudah hampir bisa dipastikan siapa yang akan menjadi juaranya, yaitu pasangan ganda putri dari FISIP. Kenapa begitu?? Karena lawan yang akan dihadapi Iis memang sangat jago, salah satunya adalah yang mengalahkan Iis di nomor tunggal putri.

Hari dilaksanakan pertandingan final pun tiba. Sayang sekali pasangan ganda Iis sakit dan tidak bisa datang ke lapangan untuk bertanding. Dan karena masalah ini pula kontingen tenis Teknik dikenakan sanksi denda 500 ribu!! Tetapi rasa senang tetap menyelimuti wajah-wajah kontingen teknik karena mereka masih bisa merebut medali perak di nomor ganda putri.

Ini dia foto-fotonya: