Metal ’08 on Vacation – 230211

Hari kedua ekskursi. Rencanya pagi-pagi bangun mau berenang, eh dua orang teman saya tidak bangun, mau membangunkan pun saya tidak enak karena malamnya tidur sudah cukup larut malam. Akhirnya saya malah naik ke lantai paling atas villa, memandangi pemandangan kota yang masih gelap.

Rundown acara dihari kedua ekskursi adalah pergi ke Kartika Sari, ke Tangkuban Perahu, lanjut ke Sari Ater. Di Kartika Sari saya beli Pisang Bolen dan brownies almond untuk makan sendiri dan oleh-oleh. Disini kami tidak lama, hanya diberi waktu 30 menit untuk berbelanja. Saya sempet cuci mata cari permen yang sudah lama sekali saya cari dan saya idam-idamkan, tapi saya lupa apa namanya, saya hanya ingat wujudnya. Hehe

Di Tangkuban Perahu saya dan teman-teman langsung foto-foto, cari spot-spot bagus sampai naik-naik mendaki ke gunung berbatunya. Puas foto-foto, kami duduk-duduk di pinggir jalan sambil cuci mata cari barang yang lucu, disini saya hanya membeli air mineral botol 600 ml seharga Rp. 5.000 (di warung yang jauh dari tempat wisata bisa dapat yang sebotol 1,5 liter, masih ada kembaliannya juga) dan pakai toilet untuk ambil air wudhu Rp. 2.000 (sebenarnya cukup Rp. 1.000, tapi saya gak ada uang seribuan dan sudah hampir ditinggal bis untuk meributkan uang kembalian, anggap saja sedekah.. Hehe).

Dari Tangkuban Perahu kami makan di Restoran Grafika Cikole. Sesampainya disini kami disambut musik dangdut life lengkap dengan 2 biduan aduhainya yang menggema di ruang makan. Emang dasar jiwa-nya dangdut mania, banyak teman-teman laki-laki saya yang langsung mendekati panggung dan berjoget disana, ada juga lho yang tangannya megang-megang uang kertas saweran. Haha.. Tempat makannya so far cukup asik, pemandangan di tempat makannya juga cukup indah. Tidak lama kami disini. Selesai makan dan sholat kami langsung naik bis menuju Sari Ater.

Tidak lama perjalanan, kami tiba di Sari Ater. Saya sudah niat mau berenang, karena saya pikir kolamnya ada yang bukan air panas. Tetapi begitu masuk ke dalam, yeeee…ini mah orang ke kolam bukan buat berenang, tapi buat berendam. Saya jadi merasa menyesal waktu di villa tempat kami menginap tidak memanfaatkan fasilitas kolam renang disana dengan baik. Saya hanya menurunkan kaki dan berfoto di kolam yang namanya Curug Jodo. Disini kita bikin candaan, yang belum punya jodoh dengan berendam disitu bisa cepet dapet jodoh. Haha (gak tau sih beneran apa gak) hehe..

Tiba-tiba gerimis, kami langsung digiring ke kolam renang air panas. Untuk masuk ke kolam kami seharusnya membayar Rp. 20.000, tetapi entah bagaimana teman saya yang melakukan transaksi kami hanya dikenakan uang masuk sebesar Rp. 5.000. Hehe

Sementara yang lain berendam di kolam, saya bersama beberapa orang teman hanya duduk saja di pinggir kolam melihat yang lagi berendam dan berteduh dari hujan.Ada 1 hal lagi yang bikin saya malas berenang, kamar ganti buat perempuannya rusak.

Jam 5 lewat saya dan beberapa teman yang sudah kedinginan segera meninggalkan kolam berendam. Kami langsung menuju tempat parkiran bus setelah sebelumnya pamit membeli pop mie untuk menghangatkan diri. Sampai di bus, baru saja duduk, jatah makan malam dibagikan. Ini menu makan yang menurut saya wah walaupun sebenarnya biasa saja. Hokben paket hemat! Nyangka gak sih di bis bakal di kasih makanan macam gini. Hoho (lebay-an saya aja sih yang emang udah lama kepengen makan hokben tapi belum kesampean).

Di jalan menuju Anyer hujan sepanjang jalan. Mulanya teman se-bis yang suka banci tampil karokean bareng di bis, tapi lama-lama capek, ngantuk, dan akhirnya lagu arri lasso mau sesemangat apapun jatuhnya jadi lagu nina bobo. Satu per satu tumbang, alat karokean dimatikan, saya pasang headset HP dan ikutan tertidur. Belakangan saya menyadari terjadi perubahan cara tidur saya di perjalanan. Saya yang dulu bisa dengan gampangnya tidur cuma dengan dengar suara mesin mobil, sekarang saya harus nyumpelin headset di kuping dulu. Gaya euy!!

Tiba-tiba kami dibangunkan oleh suara teman saya. Dia memberitahu kami untuk segera mengambil tas kami yang ada di bagasi. Saya lihat sekeliling bis, saya kira kami sudah tiba di villa tujuan, ternyata kami masih di jalan tol dan mobil berhenti. Tanya kanan kiri ternyata jalan tol sedang macet total karena bis dan truk yang ingin ke Pelabuhan Merak tidak bisa masuk pelabuhan. Mau putar balik posisi bis sedang berada di lajur paling kiri jalan, sehingga tidak mungkin putar balik. Agar bisa cepat sampai di villa, seorang teman yang tinggal di Cilegon merelakan mobilnya untuk digunakan antar jemput bis-villa.

Barang-barang di bagasi sudah diambil, kami sudah siap turun tetapi tiba-tiba bis dan truk di depan bis kami jalan sehingga ada celah untuk bis kami pindah ke lajur kanan. Kesempatan ini tidak disia-siakan, kami langsung di suruh turun dari bis, setelah bis kosong, supir mulai bermanuver memutar balik bis dengan menyeberangi semak-semak pembatas jalan. Benar-benar pengalaman yang luar biasa, kapan lagi saya bisa lihat adegan teman-teman saya menyetop mobil yang mau lewat supaya bis kami bisa putar balik? kapan lagi saya bisa nyebrang jalan tol pada tengah malam? Ya cuma di ekskursi kali ini. hehe…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: