Archive for October, 2010

October 28, 2010

DT!! Part 2

Lanjutan part 1. Part ini akan membahas tentang uji kekerasan. Prinsip uji kekerasan adalah  pemberian beban berupa penetrasi material yang lebih keras ke titik yang menjadi pusat konsentrasi pembebanan. Mekanisme penetrasi dapat berupa goresan (scratching), pantulan (rebound), dan indentasi dengan indentor tertentu sesuai dengan paramater tertentu (diameter, beban dan waktu). Saat pengujian, praktikan menggunakan metode indentasi Brinell dengan standar pengujian ASTM E10. Hasil yang didapat berupa diameter jejak yang dihasilkan indentor yang diukur dengan menggunakan macroscope. Setelah nilai diameter diketahui, nilai BHN diperoleh dengan persamaan berikut:

Penekanan yang diberikan dapat berupa penggoresan (scratching), pantulan (rebound), atau indentasi material keras terhadap suatu permukaan benda uji.

Berdasarkan mekanisme penekanan, uji kekerasan ada tiga metode diantaranya:

a. Metode Goresan

Metode ini diperkenalkan oleh Friederich Mohs yang membagi nilai kekerasan material di dunia berdasarkan skala kekerasan (skala Mohs). Skala ini bervariasi dari nilai 1 (talc) untuk kekerasan yang paling rendah sampai nilai 10 (intan) untuk kekerasan yang paling tinggi.

read more »

Advertisements
October 28, 2010

DT!! Part 1

Praktikum DT (Destructive Test) yang berlangsung selama dua minggu benar-benar membuat demam tinggi (haha…). Rangkaian praktikum dimulai dengan tes pendahuluan dan pembuatan laporan awal praktikum serta paper untuk 4 modul. Praktikum dilakukan selama satu hari penuh untuk 4 modul, biasanya dimulai pukul 8.00 sampai 16.00. Tetapi pada pelaksanaannya suka molor karena keterbatasan jumlah alat dan makroskop pengukur diameter yang sering mengalami masalah. Data yang diperoleh dari praktikum ini diolah dan dibuat laporannya dalam waktu satu minggu. Hasil praktikum juga harus dipresentasikan dihadapan assistant laboratorium (aslab). Waktu presentasi beragam, paling cepat 2,5 jam dan paling lama sekitar 6-7 jam. Dan rangkaian praktikum ini akan diakhiri dengan ujian akhir.

Praktikum ini dibuat menjadi 4 gelombang. Kelompok saya kebetulan mendapat gelombang paling akhir. Waktu praktikumnya memiliki jeda yang cukup panjang antara gelombang 4 dengan gelombang yang lain. Jika praktikan dari gelombang lain sudah sibuk membuat laporan akhir, saya masih sibuk dengan laporan awal. Jika praktikan gelombang lain sudah sibuk dengan presentasi mereka, saya masih sibuk dengan praktikum dan membuat laporan akhir. Jika praktikan gelombang lain sudah ongkang-ongkang kaki dan belajar untuk persiapan UTS, saya masih sibuk belajar untuk presentasi hasil praktikum. Ledekan seperti “hari gini masih ngerjain laporan awal/akhir/presentasi” jadi makanan utama. Hahaha…

Apa itu DT? DT adalah pemberian beban pada material hingga material itu mengalami kerusakan. Dari pengujian ini akan diperoleh informasi sifat mekanis material. Pengujian tarik yang dilakukan antara lain, uji tarik, uji kekerasan, uji impak, uji aus, uji puntir, uji tekan, uji fatigue dan uji creep.

Pengujian tarik dilakukan untuk mengetahui bagaimana respon material terhadap gaya-gaya dari luar yang menyebakan material mengalami plastis deformasi. Deformasi plastis menyebabkan adanya perubahan struktur pada material. Pengujian ini dilakukan dengan  benda uji yang berbentuk dan berukuran tertentu (dog bone). Tujuan benda uji dibentuk dog bone adalah untuk memudahkan perngukuran karena perpatahan diharapkan terjadi pada gauge length. Selanjutnya benda uji diberikan beban uniaxial yang secara kontinu bertambah besar dan diikuti pertambahan panjang benda uji hingga benda uji mengalami kegagalan.



read more »

October 3, 2010

Heiho!!

Heiho!!

Sudah lama juga tidak menulis… Baiklah, saya akan coba menulis tentang lebaran saya tahun yang ini yang sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Ada apakah gerangan??

Pertama, lebaran tahun ini saya dapat kerja magang di Jakarta…. Horay!!!

Kedua, saya dapat teman senior-senior jurusan lain yang sudah lulus…. Koneksi… koneksi… lol

Ketiga, saya tidak lebaran bersama kedua orang tua saya…. T_T

Jadi kalau disambung, ceritany begini. Beberapa hari menjelang puasa saya ditawari kerja magang oleh teman saya, saya pun iseng melamar dan ternyata saya dapat panggilan dua kali wawancara. Selanjutnya saya diminta komitmen untuk bekerja saat hari lebaran. Saya menceritakan perihal ini pada kedua orang tua saya, mereka bilang tahun ini mungkin tidak pulang kampung. Selamat! Saya bisa kerja juga bisa lebaran bareng orang tua. Saya menerima pekerjaan ini lalu mengikuti serangkaian training yang wajib diikuti.

Namun, beberapa hari menjelang lebaran, kedua orang tua saya memutuskan untuk pulang kampung dengan alasan mbah saya yang di Jogja sedang sakit. Dipikir-pikir mumpung masih ada umur, setahun sekali silaturahmi mengapa tidak. Dan akhirnya saya ditinggal sendiri di rumah selama kurang lebih satu minggu dan membuat saya berlebaran sendiri di rumah.

Karena keluarga saya pergi mudik H-3 lebaran, saya harus sahur sendiri di rumah. Inilah tantangannya, saya biasanya bangun sahur kalau dibangunin… hehehe…. Tapi anehnya saya bisa bangun sahur lalu menyiapkan makanan sahur sendiri… Ajaib!! *lebay*…. Dan hari-hari di sisa bulan Ramadhan berjalan baik-baik saja tanpa hambatan.

Tampaknya saya kurang beruntung. Proyek saya magang dihentikan. Jadi pengangguran di Jakarta tanpa keluarga… T_T… Tadinya ingin menyusul mudik ke Jogja, tetapi kalau dipikir-pikir tanggung. Waktu di kampung tidak banyak, malah hanya capek-capekin badan.

Lebaran pun tiba. Mulai dari sholat ied sampai bersilaturahmi ke rumah saudara-saudara saya pergi dengan rumah saudara jauh saya yang rumahnya persis di sebelah rumah saya… Habis sholat ied saya menelepon ayah saya di Jogja, meminta maaf pada kedua orang tua melalui sambungan telepon… Jujur saja saat itu saya merasa sangat terharu, saya membayangkan hal ini mungkin saja akan saya alami kalau suatu hari nanti saya mendapat beasiswa atau bekerja di luar negeri dan tidak bisa pulang saat lebaran, saya harus tetap terdengar bahagia agar tidak membuat khawatir orang tua… Saudara-saudara sudah banyak tahu kalau orang tua saya tidak di rumah jadi tidak banyak saudara yang berkunjung ke rumah… Orang tua saya termasuk orang yang di tuakan diantara saudara-saudara di Jakarta.

Lebaran pertama saya lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah. Lebaran kedua saya hanya pergi di pagi hari sementara siangnya saya main internet di rumah sampai malam ada saudara yang datang. Hari lebaran ketiga saya pergi ke rumah teman saya lalu jalan-jalan… Hari ke empat dan selanjutnya saya hanya di rumah, menunggu kepulangan keluarga dari kampung.

Yak… itu tadi pengalaman berharga saat lebaran… by the way, walaupun sudah sangat telat saya tetap mau mengucapkan

“Minal Aidin Wal Faidzin…. Mohon maaf lahir dan batin”