Archive for September, 2010

September 2, 2010

Dia….

Waktu SMA saya suka sama seorang cowok. Yang membuat saya suka cowok ini agak sedikit nakal dalam artian suka melanggar aturan sekolah tetapi masih dalam batas yang wajar dan tidak keterlaluan. Dia bergaul dengan anak-anak gank sekolah. Tetapi, dia juga anak yang baik dan rajin beribadah. Kalau dari segi fisik sih relatif. Saya bilang lucu, tapi ada yang bilang menjijikan. Tapi semakin banyak orang yang menghina dia, saya malah semakin menganggap cowok ini lucu.

Saya tidak punya sedikit pun keberanian untuk menunjukan saya suka sama cowok ini. Saya kadang curhat ke teman-teman dekat tentang cowok ini sampai-sampai dua orang dari beberapa teman yang saya jadikan tempat curhat ikutan menyukai cowok yang saya sukai ini. Bahkan seorang diantaranya dengan jelas-jelas bilang dia ingin saya dan dia bersaing dengan sehat. Jegerrrr…. Saya pun memilih untuk tidak terlalu agresif, biarkan rasa ini tumbuh diam-diam di dalam hati. Biar hanya teman terdekat saya saja yang tahu tanpa perlu orangnya tau. Kalau ini cinta maka jadinya cinta tidak harus memiliki. Cinta butuh pengorbanan. Jikalau memang sudah datang jodoh yang ditakdirkan, maka jodoh itu tidak akan pergi kemana.

Saya tahu dia banyak yang menyukai. Akhirnya saya memutuskan untuk membiarkan rasa ini menguap begitu saja. Tidak perlu dipupuk lagi. Masih banyak hal-hal yang perlu ditumbuhkan di dalam hati. Namun keputusan ini tentu ada efek negatifnya. Saya jadi tidak pernah menyapa dia walaupun kami berpapasan, ada rasa enggan untuk bertemu dengannya. Hingga kami lulus SMA dan saya mendapat info ternyata kami masih satu universitas tetapi beda fakultas. Saya sesekali melihatnya pada beberapa event besar kampus, tetapi tak sekalipun baik saya maupun dia saling menyapa.

makanHingga di suatu bulan Ramadhan, saya bersama 4 orang teman berbuka puasa bareng di sebuah rumah makan dekat kampus. Kami berlima duduk di sebuah meja panjang. Di sebelah kami ada sekitar 10 orang cowok yang duduk berhadapan dan juga sedang berbuka puasa. Selesai makan, kami mengobrol sambil menunggu seorang teman saya menghabiskan makanannya. Tiba-tiba ada yang memanggil, dari arah cowok yang duduk di meja sebelah kami. Saya pun menoleh, ternyata yang memanggil saya adalah cowok yang saya sukai dari SMA. Entah bagaimana akhirnya kami sempat mengobrol singkat. Namun sayang, ketika dia pulang, dia tidak mengucapkan kata apapun ke saya. Tapi buat saya, pertemuan dan obrolan singkat tadi sungguh berkesan.

Sekian…..

September 1, 2010

Kuliah pertama di semester 5

Nggak terasa 2 tahun sudah terlewati dan sekarang masuk semester 5. Semester ini saya ambil 1o matakuliah, PPBB (proses pembuatan besi baja), Karmat1 (karakteristik material 1), HST (heat and surface treatment), Korosi (dan degradasi material), Tekpol (teknologi polimer), Meteks (metalurgi ekstraksi), Penglimb (pengolahan limbah) dan 3 praktikum (korosi, karmat 1, ekstraksi).

Sebetulnya sudah mulai kuliah dari hari senin (30 Agustus 2010) tetapi saya sedang ada urusan akhirnya ikutan anak-anak daerah yang liburnya lanjut sampai selesai lebaran. Hari itu saya melewatkan tiga mata kuliah, PPBB tetapi dosennya nggak masuk -> kelas pengganti Rabu, Karmat1 dan HST. Saya sedikit kecewa karena tidak diberi tahu ada tugas Karmat, tapi setelah tanya sana sini akhirnya saya tahu tugasnya apa.

Hari ini saya tidak ada urusan. Jam 8.50 saya sudah tiba di kampus. Saya semoat ikut kegiatan pembinaan mahasiswa baru sebentar. Pukul 10.00 saya kuliah korosi. Kuliahnya menyenangkan, dosennya interaktif. Lalu jam 13.00 setelah break saya kuliah tekpol. Ini juga enak, dosennya santai. Selanjutnya saya ikut kelas pengganti PPBB, dosennya cerita banyak tentang pengalaman dan info-info yang dia dapatkan langsung dari orang-orang yang memang berkaitan.

Jam 17.30 kuliah selesai. Mau pulang ke rumah tanggung, sudah mau buka puasa. Akhirnya saya memutuskan buka bersama di kantin fakultas sebelah, FIB (fakultas ilmu budaya). Jam 16.40, setelah sholat maghrib saya pulang ke rumah. Sampe rumah mandi lalu lanjut sibuk di depan laptop. 😀

Hari yang melelahkan… Tapi mengasyikan… Akhirnya kuliah lagi setelah 3 bulan libur…

September 1, 2010

Ehem… Iseng…

Perhatikan angka yang menyertai nama mereka, 23 lalu 24. Iseng-iseng mencomblangi dua makhluk yang suka ribut di status orang-orang di satu situs jejaring sosial (*plurk). Sama-sama lebay, semoga cocok dan langgeng….

Hahahahaha…. 😀

*Just Kidding… Peace everybody!! :p

September 1, 2010

Pulpenku hilang… @#^%!?&*

Tadi pagi ceritanya saya ditunjuk jadi mentor dadakan untuk acara pembinaan mahasiswa baru. Saya menggunakan pulpen oleh-oleh dari seorang teman yang menghabiskan liburan mengunjungi Ayahnya di Jepang untuk memberikan penilaian mentee-mentee. Pulpen ini sebenarnya pulpen biasa, pulpen ‘cetak cetok’ 4 warna dan sebuah pensil, yang membuatnya istimewa adalah ada tulisan 東京大学 (Universitas Tokyo) dan ada lambangnya juga.

Setelah mentoring selesai, saya menulisakan report singkat di secarik kertas yang diberikan panitia. Selesai menulis, giliran teman saya. Dia memakai pulpen saya untuk menulis sementara saya mengambil tas di lab kimia. Sekembalinya dari lab saya dan teman saya yang tadi pinjam pulpen langsung menuju kelas Korosi karena sudah hampir telat. Saya pun lupa perihal pulpen itu. Sampai di kelas ternyata dosen belum masuk, tiba-tiba saya teringat pulpen oleh-oleh itu. Saya tanya pada teman saya, ternyata dia lupa meninggalkan pulpen itu di meja tempat dia menulis tadi.

Dengan perasaan bersalah, dia mencari tahu dimana letak pulpen itu. Dia telepon orang-orang yang tadi bersamanya ketika menulis sampai akhirnya ada seorang yang menemukannya. Teman saya meminta dia menyimpannya dulu. Dia tenang saya pun senang.

Kelas Korosi selesai lanjut kelas Teknologi Polimer (tekpol). Saya sekelas dengan teman yang menemukan pulpen Jepang itu. Tetapi saya kaget karena itu bukan pulpen saya, sangat jauh berbeda. Teman saya yang terakhir menggunakannya kembali panik, dia coba hubungi orang-orang yang tadi bersamanya lagi dan semua menjawab tidak tahu. Akhirnya dia pun berlari menuju meja tempat dia menulis dengan harapan semoga masih ada disana. Tidak berapa lama dia menelepon saya dan menyampaikan kabar gembira bahwa pulpen ditemukan.

Sebelum pulpen ditemukan dan sebelum dia berlari ke meja, saya dan beberapa teman sempat membuatnya panik dengan menakuti-nakutinya apa yang harus dia lakukan untuk mengembalikan pulpen saya. Dia harus ke jepang, ongkos pulang pergi pesawat kurang lebih 14 juta rupiah lalu membeli pulpen di Todai (singkatan Tokyo Daigaku) seharga sekitar ¥500 (50 ribu rupiah). Total uang yang harus dikeluarkannya untuk pulpen ini adalah Rp. 14.050.000,-. Harga yang luar biasa. Mau lihat wujud pulpen mahal ini?? Ini dia….

Tertarik?? Silahkan menabung untuk pergi ke Jepang lalu mampir ke Tokyo Daigaku. \^o^/

September 1, 2010

Kuliah Besi Baja

Hari pertama kuliah PPBB (Proses Pembuatan Besi Baja) dengan Bapak Bambang. Pertemuan pertama seperti biasa, pembahasan SAP kuliah selama satu semester dan sedikit membahas statistik produksi dan konsumsi baja dunia.

Sepanjang kuliah, beliau mengambil contoh negara Cina. Beliau berkata, negara Cina adalah negara yang luar biasa. Bisa dilihat dari statistik produksi baja negaranya. Pada tahun 2009, produksi baja dunia mencapai angka 1.219,7 juta ton, produksi dari negara Cina sendiri adalah sebesar 567,8 juta ton. Total produksi negara Cina hampir setengah dari total produksi dunia. Ketika produksi baja dunia mengalami reses di tahun 2009, tetapi produksi Cina justru naik. Perlu diketahui, harga baja di Indonesia dengan spek standar sekitar Rp. 10.000,- / kg.

Pemerintah Cina memikirkan bagaimana cara sekitar 1,4 milyar penduduknya tumbuh, yaitu dengan membangun industri padat karya. Berbagai macam produk dibuat oleh Cina, salah satunya adalah motor. Untuk membuta satu unit motor, komponen-komponennya berasal dari industri kecil menengah, kecuali mungkin mesinnya. Lalu seluruh komponen itu dirakit menjadi satu dan dijual ke pasar dunia.

Tahukah berapa jumlah pelanggan satu provider seluler di Cina? Sekitar 600 juta pelanggan. Penduduknya tidak menggunakan handphone buatan luar negeri. Mereka menggunakan handphone produksi dalam negeri yang harganya murah, sehingga bisa gonta ganti handphone seenaknya.

Dengan begitu besarnya produksi baja di Cina dan banyaknya produk produksi padat karya yang beredar di seluruh dunia, membuat pendapatan per kapitanya cukup tinggi. Hal ini membuat Cina dipandang sebagai pasar yang potensial sehingga membuat banyak pabrikan  barang-barang advance masuk ke Cina, seperti mobil-mobil pabrikan Jeman. Cina kini mulai mengembangkan produksi produk-produk advance. Saat ini Cina sedang berusaha membuat pesawat domestiknya sendiri. Hal ini tentu membuat pabrikan pesawat seperti Boeing ketakutan.

Di tahun 90-an, dosen saya sedang kuliah mendapat gelar Ph.d di Jerman. Beliau banyak memiliki teman yang berasal dari Cina. Jika dosen saya mendapat beasiswa $1000, maka para mahasiswa Cina hanya mendapat 1/3 dari beasiswa dosen saya. Ketika dosen saya berhasil memperoleh gelarnya beliau kembali ke Indonesia, sedangkan teman-temannya yang berasal dari Cina tidak kembali, mereka menetap di Jerman bekerja di sana. Namun setelah Cina menjadi negara yang maju seperti saat ini, mereka semua kembali ke tanah air, ikut memajukan negaranya.

Dosen saya juga bercerita tentang korea selatan. Tahun 60-an, Korea seperti Indonesia, juga mengalami kesulitan pangan. Korea tadinya adalah sebuah negara berbasis pertanian, lalu mulia merambah ke industri tekstil sebagai motor ekonominya. Lalu mencoba berkembang di dunia teknologi elektronika hingga menjadi negara yang maju seperti saat ini. Kata beliau ada satu faktor yang membuat Korea bisa berkembang pesat, yaitu rasa benci dengan Jepang, negara tetangganya yang sangat maju.

Rasa benci itu tidak dibalas dengan perang, tetapi mereka menggunakan otaknya untuk mencoba menyamai Jepang. Korea saat ini sedang mengembangkan teknologi renewable, seperti solar cell. Korea banyak sekali memberikan tawaran join research di Korea untuk mahasiswa maupun dosen Indonesia(jadi ingat ketika saya menjadi penerima tamu acara kerja sama Jurusan saya dengan sebuah perusahaan Korea, dimana salah seorang petingginya menawari kami untuk menghubungi beliau jika butuh bantuan ingin ke Korea) dan banyak berinvestasi di Indonesia, seperti menanamkan modalnya di Krakatau Steel (KS). Dosen saya bertanya, mengapa Korea memilih KS pada orang Korea yang terlibat dalam penandatanganan MoU kerjasama itu. Orang Korea ini menjawab, mereka (Korea) ingin menumbuhkan semangat berkembang di daerah sekitarnya (KS) dan harapannya di kedepannya dapat me-lead Indonesia menjadi negara yang maju.

Menilik cerita tentang Cina, orang-orang Cina adalah orang yang cinta dengan produk dalam negeri, sehingga membuat kondisi ekonominya maju pesat. Melihat Korea, dengan semangat nasionalisme yang tinggi ingin mengalahkan satu musuh bersama, mereka mampu membuat road map ke arah mana tujuan negara mereka.

Sekian. ^^

data source: http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_steel_production, http://www.worldsteel.org/?action=newsdetail&id=285, Dosen saya.